Otoritas persaingan usaha Jepang (Japan Fair Trade Commission) menggelar penggerebekan mendadak ke markas produsen bir terbesar di Negeri Sakura. Langkah ini diambil buntut dugaan praktik kartel yang mengatur kenaikan harga minuman beralkohol tersebut.
Raksasa industri seperti Asahi dan Kirin membenarkan aksi penggeledahan tersebut. Keduanya menyatakan komitmen untuk kooperatif selama proses investigasi berjalan. Kabar serupa juga menimpa Sapporo Breweries dan Suntory Spirits yang dilaporkan turut digeledah.
Investigasi ini berfokus pada kenaikan harga yang terjadi dua kali, yakni pada Oktober 2022 dan April 2023. Saat itu, keempat perusahaan kompak beralasan kenaikan tersebut dipicu oleh mahalnya bahan baku serta biaya energi dan transportasi. Dampak dari kabar ini langsung terasa di pasar modal, di mana saham Asahi, Kirin, dan Sapporo kompak merosot tajam begitu informasi investigasi mencuat.