HARGA MELONJAK, JANJI EKONOMI SAID TES BERAT - Berita Dunia
← Kembali

HARGA MELONJAK, JANJI EKONOMI SAID TES BERAT

Foto Berita

TUNISIA - Tujuh tahun sudah Kais Saied memimpin Tunisia, namun janji-janji ekonominya masih menjadi tanda tanya besar. Alih-alih hidup lebih mudah, warga justru bergelut dengan harga kebutuhan pokok yang kian mencekik.

Ambil contoh Houssam Oueslati, seorang sopir taksi di Tunisia. Pada 2018, ia hanya merogoh kocek sekitar 35 dinar (Rp173 ribu) untuk membeli oli mesin. Kini, harga yang sama bisa mencapai 100 dinar (Rp495 ribu) atau naik hampir 186%. Akibatnya, Oueslati terpaksa bekerja lebih lama di balik kemudi hanya untuk menutup biaya operasional yang membengkak.

Kisah Oueslati mencerminkan masalah yang lebih luas. Data Badan Pusat Statistik Tunisia mencatat inflasi tahunan menyentuh 5,6% pada September 2026, naik dari 5,4% di Agustus dan 4,8% di Januari. Yang lebih menyakitkan, harga makanan dan minuman naik 8,4% secara tahunan. Harga unggas melonjak 16,5%, buah 16,3%, dan daging kambing 14,6%.

Ekonom Ridha Chkoundali menilai tekanan inflasi periode 2021-2026 jauh lebih berat dibanding 2015-2021. Meski bank sentral sudah memangkas suku bunga dua kali pada 2025 menjadi 7%, hal itu tidak serta-merta memulihkan daya beli masyarakat yang tergerus.

Pemerintah memang mencatat pertumbuhan ekonomi dan penurunan pengangguran dari puncak pandemi. Namun, pengangguran muda tetap tinggi dan utang publik membatasi ruang gerak fiskal. Bagi warga seperti Oueslati, yang terpenting bukanlah angka pertumbuhan, melainkan apakah penghasilan mereka cukup untuk sekadar bertahan hidup.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook