Seorang perwira militer Ukraina, Serhii Kuznetsov, kini menghadapi meja hijau di Jerman atas dugaan sabotase pipa gas Nord Stream pada 2022 silam. Kuznetsov dituduh memimpin tim penyelam berisi enam orang untuk meledakkan infrastruktur energi senilai US$20 miliar yang menghubungkan Rusia dengan Eropa tersebut.
Ledakan yang terjadi pada September 2022 itu sempat menjadi misteri selama bertahun-tahun karena tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab. Aksi sabotase ini secara signifikan memutus pasokan energi murah Rusia ke Jerman dan memicu lonjakan harga energi di seluruh benua Eropa.
Analisis Dampak: Sidang ini menjadi titik terang pertama dalam kasus yang sempat dingin. Bagi masyarakat Eropa, pengungkapan ini berpotensi memicu perdebatan politik baru mengenai sejauh mana keterlibatan negara-negara pendukung Ukraina dalam operasi militer rahasia. Jika terbukti, kasus ini bisa merenggangkan hubungan diplomatik antara Jerman dan Ukraina, mengingat Jerman adalah salah satu penyokong utama Kyiv. Di sisi lain, Rusia kemungkinan akan menggunakan momen ini untuk melabeli Ukraina sebagai negara teroris di panggung internasional.