Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic resmi mengajukan dokumen untuk penawaran umum perdana (IPO) yang berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah, bahkan melampaui rekor SpaceX yang mengumpulkan $86 miliar pada Juni lalu. Langkah ini menempatkan perusahaan yang berbasis di San Francisco itu untuk melantai di Wall Street bulan depan, tepat sebelum libur Thanksgiving AS.
Menariknya, langkah ini diambil beberapa pekan setelah CEO sekaligus salah satu pendirinya, Dario Amodei, menulis esai yang menyerukan perlambatan pengembangan model AI paling canggih karena kekhawatiran akan ancaman eksistensial bagi umat manusia. Namun, IPO ini justru akan memberi Anthropic sumber daya raksasa untuk mempercepat ekspansi dan mengokohkan posisinya sebagai patokan valuasi bagi perusahaan AI lain seperti OpenAI.
Dokumen prospektus mengungkap pertumbuhan pendapatan yang luar biasa, yakni melonjak 1.368 persen pada kuartal yang berakhir 30 Juni 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pendapatan mencapai sekitar $16,3 miliar. Meski begitu, perusahaan mencatat kerugian bersih yang melebar tajam menjadi $80,7 miliar pada semester pertama 2026, terutama akibat naiknya nilai obligasi konversi.
Langkah ini juga muncul di tengah pasar yang bergejolak. Investor global mulai meragukan apakah triliunan dolar yang dibelanjakan untuk pusat data, chip, dan kapasitas komputasi akan menghasilkan keuntungan cepat yang mendukung valuasi tinggi. Meski begitu, perusahaan teknologi lain seperti Meta dan SpaceX masih agresif mencari pendanaan besar, menandakan bahwa perlombaan AI belum menunjukkan tanda-tanda melambat.