BENGALURU, INDIA — Dalam kurun waktu 12 tahun, India mencatat pencapaian luar biasa dengan mengangkat hampir 500 juta warganya keluar dari kemiskinan ekstrem. Data terbaru Bank Dunia menunjukkan angka kemiskinan ekstrem di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa itu anjlok dari 27,1 persen pada 2011 menjadi hanya 2,6 persen pada 2023.
Keberhasilan ini disebut Bank Dunia sebagai salah satu penurunan kemiskinan tercepat di dunia. Hanya Tiongkok yang memiliki skala serupa, itupun membutuhkan waktu 40 tahun untuk mengangkat 800 juta orang, sementara India melakukannya dalam waktu singkat. Penurunan ini didorong oleh pertumbuhan konsumsi yang kuat, peningkatan lapangan kerja terutama bagi perempuan, serta perluasan bantuan sosial termasuk subsidi pangan.
Meski demikian, di balik keberhasilan pengentasan kemiskinan, India masih menghadapi tantangan besar berupa ketimpangan ekonomi. Laporan World Inequality Report 2026 mencatat kesenjangan pendapatan dan kekayaan di India tetap menjadi salah satu yang tertinggi di dunia sejak liberalisasi ekonomi era 1990-an. Bank Dunia juga memproyeksikan kemiskinan akan terus menurun secara bertahap, dengan angka kemiskinan pada garis $4,20 per hari diperkirakan turun dari 14,2 persen pada 2026 menjadi 12,1 persen pada 2028.
Perdana Menteri Narendra Modi melalui akun Instagram-nya menyambut baik capaian ini sebagai "penurunan kemiskinan yang bersejarah" dan pencapaian generasional. Bank Dunia juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi India menjadi 7,1 persen, memperkuat posisi negara itu sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia.