Kekerasan kembali meletus di Tepi Barat. Puluhan pemukim Israel menyerang warga Palestina yang sedang memanen zaitun di Desa Abu Falah, dekat Ramallah. Mereka tidak hanya mengusir petani, tapi juga membakar kebun dan melakukan penganiayaan brutal terhadap seorang jurnalis foto veteran asal Amerika Serikat, Heidi Levine (64 tahun), yang sedang bertugas untuk The Washington Post.
Dalam insiden Jumat lalu tersebut, Levine yang mengenakan rompi bertuliskan 'PRESS' dipukuli, ditendang, dan dirampok. Saksi mata menyebut Levine ditendang hingga 50 kali saat terjatuh. Kamera dan ponselnya dibawa kabur oleh penyerang. Ia baru bisa dievakuasi ke rumah sakit di Ramallah setelah mengalami luka serius. Insiden ini menjadi sorotan internasional karena menggambarkan eskalasi kekerasan yang makin membahayakan nyawa jurnalis dan warga sipil.
Dampak bagi masyarakat: Aksi ini memicu kemarahan global terkait perlindungan jurnalis di zona konflik. Selain itu, militer Israel yang datang belakangan justru menembak seorang warga Palestina di bagian paha dan menembakkan gas air mata ke arah petugas medis. Kejadian ini menegaskan bahwa panen zaitun—yang menjadi sumber penghidupan utama warga Palestina—kini berubah menjadi medan perang berbahaya.