KARTU DETEKSI DINI KESEHATAN JANTUNG - Berita Dunia
← Kembali

KARTU DETEKSI DINI KESEHATAN JANTUNG

Foto Berita

Pemilu parlemen Serbia pada Minggu (8/6) menjadi ajang pertarungan sengit antara koalisi penguasa pimpinan Aleksandar Vučić dan gerakan oposisi akar rumput, Daftar Mahasiswa (Student List). Menariknya, salah satu tokoh utama oposisi adalah Ilija Srdanović, seorang profesor kardiologi dari Universitas Novi Sad yang tampil dengan jaket neon dan sepeda motor, bukan dengan gaya politisi konvensional.

Daftar Mahasiswa lahir dari gelombang protes antikorupsi selama hampir dua tahun yang dipicu tragedi runtuhnya kanopi Stasiun Kereta Api Novi Sad yang menewaskan 16 orang. Alih-alih mencalonkan diri sendiri, majelis mahasiswa di berbagai fakultas memilih 250 kandidat untuk bertarung di parlemen, dengan Srdanović sebagai nomor urut satu. Gerakan ini tidak memiliki hierarki atau pemimpin tunggal, menjadikannya fenomena baru dalam sejarah demokrasi Serbia yang relatif muda.

Di sisi lain, Vučić—yang telah menjabat sebagai wakil perdana menteri, perdana menteri, dan presiden sejak 2012—menanggalkan jabatan presiden untuk kembali mencalonkan diri sebagai perdana menteri. Ia masih menikmati dukungan kuat berkat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur satu dekade terakhir, meski media Serbia dinilai kurang kritis terhadapnya. Vučić menuduh gerakan mahasiswa didukung asing dan berupaya "menjatuhkan negara".

Analis memprediksi hasil pemilu sangat ketat, meski survei yang kredibel masih minim. Sekitar 150.000 pendukung dilaporkan menghadiri rapat akbar terakhir Daftar Mahasiswa di Lapangan Slavija, Beograd, Kamis malam. Bagi masyarakat Serbia, pemilu ini bukan sekadar pergantian kekuasaan, melainkan ujian apakah gelombang protes akar rumput mampu menerjemahkan energi jalanan menjadi kursi parlemen—sekaligus barometer seberapa besar ruang bagi gerakan sipil non-hierarkis di tengah dominasi politik mapan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook