KETEGANGAN UDARA! AS HALAU ARMADA RUSIA DEKAT ALASKA - Berita Dunia
← Kembali

KETEGANGAN UDARA! AS HALAU ARMADA RUSIA DEKAT ALASKA

Foto Berita

Angkatan udara Amerika Serikat mengerahkan jet-jet tempur canggihnya menyusul terdeteksinya sejumlah pesawat militer Rusia yang beroperasi di wilayah udara internasional dekat Alaska. Insiden ini, yang dipantau ketat oleh Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD), terjadi di Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Alaska.

NORAD mengonfirmasi bahwa dua pesawat pengebom strategis Tu-95, dua jet tempur Su-35, dan satu pesawat pengawas A-50 milik Rusia terdeteksi pada hari Jumat (waktu setempat). Merespons hal tersebut, AS segera mengirimkan dua jet F-16, dua jet F-35, satu pesawat pengintai E-3, dan empat pesawat tanker KC-135 untuk melakukan penghalauan. Meskipun demikian, NORAD menegaskan bahwa pesawat-pesawat Rusia tersebut tidak memasuki wilayah udara kedaulatan AS maupun Kanada dan dikawal hingga meninggalkan ADIZ Alaska.

Menariknya, NORAD tidak menganggap kejadian ini sebagai ancaman. Pihak mereka menyebut aktivitas semacam ini adalah hal rutin dan kerap terjadi di ADIZ Alaska. Penting untuk diketahui, ADIZ merupakan zona yang secara sepihak dideklarasikan oleh sejumlah negara seperti AS, Tiongkok, India, dan Jepang, yang mengharuskan pesawat militer asing mengidentifikasi diri saat memasukinya. Namun, zona ini tidak diakui oleh hukum internasional dan tidak diawasi oleh badan internasional manapun.

Meski insiden kali ini dianggap tidak mengancam, patut diingat bahwa pada Juli 2024 lalu, AS dan Kanada juga pernah mencegat dua pesawat pengebom Tiongkok dan dua pesawat pengebom Rusia yang beroperasi di ADIZ Alaska. Momen tersebut menjadi yang pertama kalinya pesawat pengebom Rusia dan Tiongkok terbang bersama di Pasifik Utara, menandakan semakin eratnya kerja sama militer kedua negara. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan AS dan sekutunya terkait stabilitas regional. Insiden terbaru ini, meski dinilai lebih ringan, tetap menjadi pengingat akan dinamika kekuatan militer di kawasan strategis tersebut.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook