Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu akhirnya buka suara di tengah gelombang protes pelajar yang kian membesar. Ia berjanji akan menampung aspirasi para siswa dan memperbaiki kondisi sekolah yang dinilai jauh dari layak.
Demo ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ratusan sekolah terpaksa diliburkan karena aksi massa yang terus berlanjut. Para pelajar menuntut perbaikan fasilitas belajar dan penambahan tenaga pengajar yang selama ini dinilai kurang.
Yang bikin situasi makin panas, kritik soal cara polisi menangani demonstran terus mengalir. Banyak pihak menilai tindakan aparat terlalu berlebihan terhadap pelajar yang masih di bawah umur. Pemerintah kini berada di bawah tekanan ganda: menenangkan siswa sekaligus merespons kecaman publik atas respons kepolisian.
Dampaknya bagi masyarakat luas jelas terasa. Aktivitas belajar terganggu, orang tua kebingungan, dan isu pendidikan kembali jadi sorotan utama di Prancis. Jika tuntutan ini tidak segera dijawab dengan solusi konkret, bukan tidak mungkin protes meluas ke sektor lain dan mengguncang stabilitas pemerintahan Lecornu yang masih terbilang baru.