ZELENSKYY: DRONE IRAN-RUSIA "SAUDARA KEBENCIAN" ANCAM DUNIA! - Berita Dunia
← Kembali

ZELENSKYY: DRONE IRAN-RUSIA "SAUDARA KEBENCIAN" ANCAM DUNIA!

Foto Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy baru-baru ini mengungkap kekhawatiran serius soal kolaborasi militer antara Iran dan Rusia. Ia menyebut kedua negara sebagai "saudara dalam kebencian" yang kini bersatu dalam pengembangan dan penggunaan drone. Yang paling mengejutkan, Zelenskyy mengklaim ada komponen Rusia dalam drone Shahed buatan Iran yang saat ini meneror sejumlah negara di Timur Tengah.

Dalam pernyataannya di hadapan parlemen Inggris, Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina tidak tinggal diam. Sebanyak 201 ahli militer Ukraina yang terlatih khusus dalam pertahanan anti-drone sudah disebar ke berbagai negara Teluk dan Timur Tengah, seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait. Bahkan, 34 ahli lainnya siap dikirim kapan saja. Misi mereka jelas: membantu pemerintah setempat membendung serangan drone "kamikaze" Shahed yang didesain Iran dan kini digunakan secara masif oleh Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Zelenskyy menjelaskan, Iran tak hanya memasok drone Shahed-136 kepada Rusia, tetapi juga melatih cara peluncurannya dan memberikan teknologi produksinya. Rusia kemudian melakukan modifikasi dan peningkatkan kemampuan drone tersebut. "Kami punya bukti jelas bahwa drone Shahed buatan Iran yang dipakai di wilayah [Timur Tengah] ini mengandung komponen Rusia," kata Zelenskyy. Ini menunjukkan bahwa ancaman drone bukan lagi konflik lokal di Ukraina, melainkan isu global yang melibatkan transfer teknologi militer antarrezim yang saling mendukung.

Di tengah situasi ini, Ukraina juga memamerkan kemajuan pesat dalam teknologi drone mereka sendiri. Zelenskyy menyebut 90 persen kerugian Rusia di garis depan disebabkan oleh drone Ukraina. Bahkan, Ukraina kini mampu memproduksi minimal 2.000 pencegat drone (interceptor) setiap hari. Separuhnya untuk kebutuhan pertahanan Ukraina, sisanya siap disuplai ke negara-negara sekutu. "Jika Shahed perlu dihentikan di Uni Emirat Arab, Eropa, atau Inggris, kami bisa melakukannya," tegasnya, menekankan kapabilitas Ukraina sebagai pemain kunci dalam perang drone modern.

Namun, tidak semua pihak sepakat dengan tawaran bantuan Ukraina. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa AS tidak memerlukan bantuan Ukraina dalam menghadapi drone Tehran yang menyasar target militer di Timur Tengah. Hal ini menambah dimensi kompleks pada dinamika geopolitik terkait ancaman drone dan kerja sama internasional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook