BBC kembali menjadi sorotan tajam setelah siaran tunda acara British Academy Film Awards (BAFTA) menuai kritik bertubi-tubi. Jaringan penyiaran publik Inggris ini dituding melakukan sensor dan standar ganda yang kontroversial.
Sensor Pidato "Free Palestine"
Dalam ajang penghargaan bergengsi itu, sutradara Akinola Davies Jr., yang meraih penghargaan untuk debut luar biasa, mengakhiri pidatonya dengan seruan solidaritas. Ia berkata, "Untuk Nigeria, untuk London, Kongo, Sudan, Free Palestine." Namun, bagian penting dari pidato berisi dukungan untuk Palestina tersebut tidak ditayangkan dalam siaran tunda BBC. Keputusan ini sontak memicu tuduhan sensor dari berbagai pihak, termasuk kelompok hak asasi manusia Amnesty International UK yang menyebutnya "memalukan".
Makian Rasial Lolos Tayang
Ironisnya, di segmen berbeda, sebuah makian rasial justru terdengar jelas saat aktor Michael B Jordan dan Delroy Lindo membacakan nominasi penghargaan. Meskipun kemudian BBC meminta maaf dan menjelaskan bahwa makian itu berasal dari penderita sindrom Tourette yang tidak disengaja, serta berjanji menghapusnya dari layanan streaming, insiden ini semakin memperparah persepsi publik terhadap standar editorial mereka. Apalagi, BBC menolak berkomentar lebih lanjut soal keputusan editorial terkait penghapusan frasa "Free Palestine" tersebut.
Dugaan Bias dan Rekam Jejak BBC
Kontroversi ini bukanlah yang pertama bagi BBC terkait isu Israel dan Palestina. Sebelumnya, pada Juni tahun lalu, BBC memutuskan untuk tidak menayangkan dokumenter tentang pekerja medis di Gaza karena alasan "keberpihakan", sebuah keputusan yang diprotes oleh lebih dari 100 jurnalis internal mereka sendiri. BBC juga sempat dituding menyensor tayangan pro-Palestina, termasuk seruan gencatan senjata, saat liputan BAFTA 2023.
Peristiwa ini kembali memantik diskusi luas tentang kebebasan berekspresi, independensi media publik, dan dugaan kuat bias dalam pemberitaan konflik global. Publik mempertanyakan mengapa satu ungkapan dukungan kemanusiaan disensor, sementara ungkapan kasar yang melanggar etika siaran justru sempat lolos. Hal ini menjadi cerminan tantangan bagi BBC untuk menjaga kredibilitas dan prinsip netralitasnya di tengah isu-isu sensitif internasional.