JEPANG TANCAP RUDAL DEKAT TAIWAN: TENSION ASIA MAKIN MENCEKAM? - Berita Dunia
← Kembali

JEPANG TANCAP RUDAL DEKAT TAIWAN: TENSION ASIA MAKIN MENCEKAM?

Foto Berita

Jepang bersiap mengumumkan rencana besar yang berpotensi memanaskan suhu di kawasan Asia Timur. Negara Matahari Terbit itu berencana menempatkan sistem rudal permukaan-ke-udara di Pulau Yonaguni, pulau paling baratnya yang hanya berjarak sepelemparan batu dari Taiwan. Targetnya, sistem pertahanan canggih ini sudah siap beroperasi pada Maret 2031.

Langkah ini bukan sekadar penambahan kekuatan militer biasa. Para analis, seperti Einar Tangen dari Centre for International Governance Innovation (CIGI), melihatnya sebagai eskalasi yang diperhitungkan dan berisiko memperdalam ketegangan regional dengan Tiongkok. Apalagi, Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian integral dari wilayah kedaulatannya.

Keputusan Jepang ini juga datang di tengah momentum penting. Disebut-sebut, penempatan rudal ini bisa memperkuat posisi Perdana Menteri Sanae Takaichi menjelang kunjungannya ke Washington pada Maret 2026. Ini mengindikasikan bahwa Jepang sengaja menunjukkan ketegasannya di panggung internasional.

Ketegangan antara Tokyo dan Beijing memang sudah memanas. Puncaknya terjadi saat Takaichi secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan keterlibatan militer Jepang jika terjadi konflik di Taiwan. Pernyataan ini jelas menyimpang dari kebijakan ambigu Jepang selama ini dan sontak memancing kemarahan Tiongkok, terutama karena bertepatan dengan peringatan 80 tahun berakhirnya kekuasaan kolonial Jepang atas Taiwan.

Tiongkok tak tinggal diam. Kementerian Luar Negeri Tiongkok mendesak Jepang untuk "bertobat dari kejahatan perang" dan "berhenti bermain api di isu Taiwan." Beijing pun melancarkan serangkaian tekanan, mulai dari menghimbau warganya untuk tidak berlibur ke Jepang—yang merugikan ekonomi Jepang hingga USD 11 miliar per tahun—hingga meningkatkan kehadiran kapal perangnya di dekat perairan Jepang. Bahkan, penarikan panda raksasa dari Kebun Binatang Ueno Tokyo, yang selama ini menjadi simbol persahabatan, menjadi isyarat keras dari Tiongkok.

Dampak dari langkah Jepang ini bisa sangat luas. Bagi masyarakat global, peningkatan ketegangan di Selat Taiwan bukan hanya sekadar berita konflik regional. Selat ini adalah jalur pelayaran vital dan pusat produksi semikonduktor dunia, yang jika terganggu bisa memicu krisis ekonomi global. Situasi ini juga menyoroti bagaimana perlombaan senjata dan ketidakpastian geopolitik di Asia Timur berpotensi mengubah peta kekuatan global, dengan implikasi besar terhadap stabilitas, perdagangan, dan diplomasi internasional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook