Buntulia, Pahuwato – Sebuah tren baru tengah meramaikan sektor peternakan di Buntulia. Bibit Anak Ayam KUB, yang merupakan singkatan dari Ayam Kampung Unggulan Balitbangtan, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan peternak lokal. Varietas hasil riset Kementerian Pertanian ini menawarkan berbagai keunggulan signifikan, menjadikannya pilihan menarik untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan. Potensi besar KUB dalam pertumbuhan cepat dan ketahanan penyakit mulai terlihat sebagai solusi inovatif bagi keberlanjutan usaha peternakan di wilayah ini.
Salah satu alasan utama di balik popularitas bibit KUB adalah tingkat kelangsungan hidupnya yang jauh lebih tinggi dibandingkan ayam kampung biasa. Data menunjukkan, tingkat kematian anak ayam KUB di bawah usia enam minggu hanya di bawah 5%, angka yang sangat kontras dengan ayam kampung biasa yang bisa mencapai 27%. Ditambah lagi, ayam KUB dikenal tangguh terhadap serangan penyakit, termasuk flu burung, berkat susunan genetiknya yang kuat. Ini tentu mengurangi risiko kerugian bagi peternak Buntulia yang berinvestasi pada bibit.
Tak hanya itu, performa KUB yang optimal sejak dini menjanjikan keuntungan jangka panjang. Ayam ini memiliki konversi pakan yang rendah, hanya sekitar 3,8 kg pakan untuk menghasilkan 1 kilogram telur, menghemat biaya operasional. Produktivitas telur KUB mencapai 180 butir per tahun, jauh melampaui ayam kampung biasa. Bahkan, versi terbarunya, KUB 2 atau "Janaka," mampu menghasilkan hingga 200 butir telur per tahun dengan sifat mengeram yang lebih rendah, menjadikannya prospek cerah bagi peternak di Buntulia yang ingin diversifikasi atau fokus pada produksi telur.
Dengan berbagai keunggulan mulai dari daya tahan, efisiensi pakan, hingga produktivitas tinggi, tidak mengherankan jika Bibit Anak Ayam KUB menjadi primadona baru di Buntulia. Bagi peternak yang mencari solusi bibit unggul untuk usaha pedaging maupun petelur, KUB menawarkan prospek yang sangat menjanjikan. Investasi pada bibit KUB adalah langkah strategis menuju peternakan yang lebih efisien, menguntungkan, dan berkelanjutan di tengah tantangan pasar lokal.