Geliat peternakan di Karangjati, Ngawi, kini tengah diramaikan dengan kehadiran bibit ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Bukan tanpa alasan, varietas ini, khususnya KUB 2 atau dikenal dengan JANAKA, disebut-sebut sebagai solusi bagi peternak yang mendambakan efisiensi dan profitabilitas lebih tinggi dibandingkan ayam kampung biasa. Kehadirannya menjadi topik hangat di kalangan peternak lokal.
Salah satu keunggulan utama KUB terletak pada produktivitasnya yang tinggi. Seekor ayam KUB mampu menghasilkan hingga 180 butir telur per tahun, bahkan KUB 2 Janaka bisa mencapai 200 butir. Angka ini jauh melampaui ayam kampung biasa yang hanya di kisaran 50-100 butir. Bagi peternak di Karangjati, peningkatan produksi telur ini berarti potensi pendapatan yang signifikan dari penjualan telur konsumsi maupun bibit.
Selain itu, pertumbuhan bobot ayam KUB juga impresif. Dalam 10 minggu, ayam KUB sudah bisa mencapai bobot 0,8-1 kg, lebih cepat dari ayam kampung biasa yang membutuhkan 12 minggu untuk mencapai bobot serupa. KUB 2 Janaka bahkan menjanjikan karkas yang lebih cerah, sebuah nilai tambah yang sangat diminati pasar kuliner lokal Karangjati yang menggemari ayam kampung berkualitas.
Daya tahan tubuh KUB yang kuat terhadap berbagai penyakit, termasuk flu burung, menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan. Ditambah lagi, tingkat kematian anakan di bawah 6 minggu yang hanya di bawah 5%, jauh lebih rendah dari ayam kampung biasa yang bisa mencapai 27%. Hal ini memberikan ketenangan dan mengurangi risiko kerugian bagi para peternak di Karangjati, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Dengan berbagai keunggulan mulai dari produksi telur tinggi, pertumbuhan cepat, hingga ketahanan penyakit dan tingkat kematian rendah, tidak mengherankan jika ayam KUB Janaka menjadi pilihan unggulan. Bagi masyarakat dan peternak di Karangjati yang ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi peternakan mereka, memilih bibit ayam KUB adalah langkah strategis untuk hasil optimal dan berkelanjutan.