Di tengah geliat sektor peternakan di Kedungkandang, Kota Malang, bibit anak ayam KUB kini menjadi sorotan utama. Jenis ayam kampung unggulan hasil riset Balitbangtan ini kian populer di kalangan peternak lokal berkat sederet keunggulan yang menjanjikan peningkatan produktivitas dan keuntungan. Bukan sekadar ayam kampung biasa, KUB menawarkan solusi efisien bagi para pelaku usaha, menjadikannya topik hangat di setiap diskusi peternak di wilayah ini.
Salah satu daya tarik utama Ayam KUB adalah kecepatan pertumbuhannya. Di usia 10 minggu, ayam ini dapat mencapai bobot panen 0,8 hingga 1 kilogram, jauh lebih cepat dibanding ayam kampung biasa yang butuh 12 minggu. Produksi telurnya pun luar biasa, mencapai 180 butir per tahun per ekor, mengalahkan rata-rata ayam kampung biasa yang hanya 50-100 butir. Keunggulan ini jelas menjadi angin segar bagi peternak Kedungkandang yang mendambakan panen lebih cepat dan hasil telur melimpah.
Selain itu, Ayam KUB dikenal dengan sifat mengeram yang rendah, memaksimalkannya untuk bertelur, serta daya tetas telur yang tinggi mencapai 85%. Konsumsi pakannya yang efisien (3,8 kg pakan untuk 1 kg telur) dan ketahanan terhadap penyakit, termasuk flu burung, menjadikannya pilihan investasi minim risiko. Bahkan, tingkat kematian DOC (Day Old Chick) KUB di bawah 6 minggu sangat rendah, kurang dari 5%, dibandingkan 27% pada ayam kampung umumnya. Inovasi terus berlanjut dengan KUB 2 "JANAKA" yang mampu menghasilkan hingga 200 telur per tahun, membuka peluang lebih besar bagi peternak progresif di Kedungkandang.
Dengan berbagai keunggulan ini, tidak mengherankan jika bibit anak ayam KUB semakin diminati di Kedungkandang. Bagi peternak yang mencari efisiensi, produktivitas tinggi, dan ketahanan, KUB adalah pilihan strategis. Pertimbangkan jenis ayam unggul ini untuk optimalisasi usaha peternakan Anda, dan saksikan bagaimana KUB dapat merevolusi hasil panen di kandang Anda.