Warga Mijen, Demak, kini tengah dihebohkan dengan tren baru dalam dunia peternakan. Bukan sekadar ayam kampung biasa, melainkan bibit ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) yang disebut-sebut menawarkan potensi keuntungan jauh lebih menggiurkan. Para peternak lokal mulai melirik jenis ayam ini sebagai solusi cerdas untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan.
Keunggulan ayam KUB tak bisa dipandang sebelah mata. Jika ayam kampung biasa membutuhkan 12 minggu untuk mencapai bobot 1 kg, ayam KUB mampu mencapainya dalam waktu 10 minggu saja. Tak hanya itu, produktivitas telurnya pun fantastis, mencapai 180 butir per tahun, jauh melampaui ayam kampung konvensional yang hanya sekitar 50-100 butir. Ini berarti panen lebih cepat dan telur lebih melimpah, keuntungan ganda bagi peternak di Mijen.
Selain pertumbuhan cepat dan produksi telur tinggi, ayam KUB juga dikenal memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap penyakit, serta tingkat kematian anak ayam di bawah 6 minggu yang sangat rendah, kurang dari 5%. Faktor-faktor ini secara signifikan mengurangi risiko kerugian bagi peternak, sekaligus menjamin kualitas daging yang gurih dan bernilai jual tinggi di pasar Mijen dan sekitarnya. Potensi KUB 2 'Janaka' dengan produktivitas telur hingga 200 butir per tahun juga mulai menarik perhatian.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, tidak mengherankan jika bibit ayam KUB kini menjadi pilihan utama bagi banyak peternak di Mijen yang ingin memodernisasi usahanya. Investasi pada bibit unggulan ini bukan hanya menjanjikan keuntungan finansial, tetapi juga keberlanjutan usaha peternakan di tengah persaingan pasar. Pertimbangkanlah KUB sebagai langkah maju peternakan Anda.