Di tengah geliat sektor pertanian di Pabedilan, Cirebon, Jawa Barat, bibit anak ayam KUB kini menjadi perbincangan hangat di kalangan peternak lokal. Ayam Kampung Unggulan Balitbangtan ini, dengan segala keistimewaannya, menawarkan prospek cerah bagi peningkatan ekonomi desa. Lonjakan permintaan terhadap bibit unggul ini menunjukkan pergeseran paradigma peternakan tradisional menuju praktik yang lebih efisien dan menguntungkan.
Bukan tanpa alasan, Ayam KUB dikenal unggul dalam banyak aspek. Pertumbuhan bobotnya yang cepat, mencapai 1 kg hanya dalam 10 minggu, jauh melampaui ayam kampung biasa. Ini berarti siklus panen lebih singkat, sangat menguntungkan bagi peternak di Pabedilan yang ingin meningkatkan putaran modal. Selain itu, produktivitas telur yang mencapai 180 butir per tahun per ekor dan sifat mengeram yang rendah menjadikan KUB pilihan ideal, baik untuk usaha pedaging maupun petelur. Daya tahan tubuhnya terhadap penyakit juga menjadi nilai plus, mengurangi risiko kerugian.
Inovasi Balitbangtan tak berhenti di situ; Ayam KUB 2, atau dikenal sebagai 'JANAKA', hadir dengan performa lebih ciamik, mampu menghasilkan hingga 200 butir telur per tahun dan usia bertelur lebih awal. Keunggulan lain KUB 2 adalah warna karkasnya yang lebih cerah, menjadikannya lebih disukai pasar dibandingkan KUB 1 yang cenderung gelap. Hal ini tentu relevan bagi peternak di Pabedilan yang membidik pasar kuliner lebih luas, memastikan produk mereka diterima dengan baik.
Dengan segudang keunggulan ini, tidak mengherankan jika bibit ayam KUB, baik varian 1 maupun Janaka, menjadi primadona baru di Pabedilan. Bagi para peternak yang mencari efisiensi dan profitabilitas lebih tinggi, mempertimbangkan Ayam KUB adalah langkah strategis. Namun, penting untuk memilih bibit yang sesuai dengan tujuan dan skala usaha, demi mencapai hasil maksimal dalam budidaya unggulan ini.