Euforia peternakan di Kapetakan, Cirebon, tengah diramaikan oleh hadirnya Bibit Anak Ayam KUB yang semakin digandrungi. Ayam kampung unggulan hasil riset Balitbangtan ini menjadi primadona baru, menjanjikan keuntungan lebih bagi para pembudidaya lokal. Jika Anda adalah penikmat atau pelaku usaha ayam kampung, KUB hadir sebagai solusi cerdas yang mengoptimalkan produktivitas dan efisiensi.
Ayam KUB, atau Kampung Unggul Balitbangtan, menawarkan serangkaian keunggulan yang jauh melampaui ayam kampung biasa. Bayangkan, ayam ini mampu menghasilkan hingga 180 butir telur per tahun, jauh di atas rata-rata 50-100 butir ayam kampung konvensional. Tak hanya itu, bobot panen 1 kg dapat dicapai dalam waktu 10 minggu saja, lebih cepat dua minggu dari biasanya, memungkinkan perputaran modal yang lebih cepat bagi peternak di Kapetakan.
Selain pertumbuhan yang pesat dan produksi telur melimpah, ayam KUB juga dikenal memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap penyakit, termasuk flu burung, serta tingkat kematian anak ayam di bawah 6 minggu yang sangat rendah, kurang dari 5%. Sifat mengeramnya yang rendah juga memastikan ayam betina lebih fokus pada produksi telur. Ini berarti risiko kerugian dapat diminimalisir, menciptakan peluang bisnis yang lebih stabil dan menguntungkan bagi komunitas peternak.
Bahkan, inovasi Balitbangtan berlanjut dengan Ayam KUB 2 'Janaka' yang menawarkan produktivitas hingga 200 telur per tahun dan sifat mengeram yang lebih rendah lagi. Meskipun ketersediaannya masih terbatas, prospek ini semakin mengukuhkan posisi ayam KUB sebagai investasi menjanjikan. Dengan segala keunggulannya, memilih bibit anak ayam KUB adalah langkah strategis untuk meningkatkan skala usaha peternakan di Kapetakan.