Di tengah geliat sektor peternakan di Lakbok, Ciamis, bibit ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) kini menjadi perbincangan hangat. Ayam KUB, hasil riset Balitbangtan, menawarkan solusi menarik bagi peternak lokal yang mendambakan produktivitas lebih tinggi. Dikenal dengan karakteristik unggulnya, mulai dari pertumbuhan cepat hingga produksi telur melimpah, KUB disebut-sebut sebagai primadona baru yang siap mendongkrak perekonomian di wilayah ini.
Salah satu keunggulan utama yang menarik perhatian peternak di Lakbok adalah usia panen KUB yang lebih singkat. Jika ayam kampung biasa membutuhkan 12 minggu untuk mencapai bobot 1 kg, ayam KUB mampu mencapainya hanya dalam 10 minggu. Tak hanya itu, produktivitas telurnya pun fantastis, mencapai 180 butir per tahun untuk KUB 1, bahkan 200 butir untuk varian KUB 2 Janaka. Angka ini jauh melampaui ayam kampung konvensional, memberikan potensi keuntungan berlipat bagi peternak yang ingin optimalisasi lahan dan waktu.
Lebih dari sekadar cepat panen dan banyak telur, ayam KUB juga dibekali ketahanan tubuh yang mumpuni terhadap penyakit, termasuk flu burung, dengan tingkat kematian DOC di bawah 5%. Ini tentu menjadi angin segar bagi peternak yang sering menghadapi tantangan kesehatan ternak. Ditambah lagi, konversi pakan yang rendah serta daya tetas telur mencapai 85% menjadikannya pilihan ekonomis dan efisien. Di pasar lokal Ciamis, daging ayam KUB yang gurih dan berbobot ideal juga mulai diminati, menjanjikan harga jual yang kompetitif.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, tidak heran jika bibit ayam KUB, baik KUB 1 maupun KUB 2 Janaka, menjadi pilihan strategis bagi para peternak di Lakbok. Inovasi Balitbangtan ini membuka peluang besar untuk peningkatan kesejahteraan peternak dan pemenuhan kebutuhan pangan lokal. Pertimbangkanlah KUB sebagai investasi cerdas untuk masa depan peternakan yang lebih produktif dan berkelanjutan di Ciamis.